:’/
Agustus 29th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
Dan akhirnya saya tidak mengerti apa yang harus dilakukan ketika berada di ambang keputusasaan. Melakukan kewajiban yang seharusnya dikerjakan namun tidak dengan sepenuh hati. Seakan otak berhenti dan ribuan belati menusuk hati. Jawaban dari pertanyaan yang terus dinanti, yang entah kapan harus berhenti untuk dinanti. Baru kali ini rasanya saya berada pada titik nadir keseharian saya. Seakan kehilangan jati diri, saya bahkan tidak mengenali diri saya lagi. Pikiran merekayasa perasaan, saya merasa semua menjauhi saya. Bibir terasa kelu, enggan untuk katakan bahwa saya membutuhkan anda. Tidak tahu untuk apa, tidak tahu kenapa harus anda, yang saya mau saat ini hanya anda. Kata tak berbicara, saya tak butuh tulisan, saya butuh ucapan. Saya tidak mengerti harus bagaimana, tolonglah, berikan saya harapan baru..
Meski saya tahu, anda tidak akan pernah mengharapkan saya..
Mampus aku dikoyak sepi,
tak tahu kapan harus berhenti,
berhenti untuk menanti (anda).