10 June 11, what a precious day.

Juni 12th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Hoaaah! Hello world, how are you? :)

I’m fine. 

Akhirnya hari ini pulang ke rumah juga setelah hampir tiga minggu di depok. Ngendon karena tugas kuliah dan kegiatan ini-itu.

Hari ini tanggal 11 Juni 2011, tapi yang mau saya tuliskan adalah pengalaman kemarin. 

Kemarin, 10 Juni 2011, sungguh-sungguh hari yang menyenangkan. Bangun pagi karena Metha Dwi Karina masuk kamar kos dan sedikit melakukan tindakan anarki di kamar kosan yang mengakibatkan korden kosan ga keruan bentuknya. Beberes kamar kosan yang sudah serupa dengan kapal karam. Dan sore harinya berlatih futsal dengan tim futsal filsafat putri, kali ini spesial karena ada dosen cantik, mbak Saras Dewi a.k.a mbak Yayas, yang ikut latihan bareng kita. Fufufu~ Akhirnya mencoba si sepatu futsal yang baru berumur beberapa hari buat main futsal. Hahaha. Tak sia-sia membeli si Adiquestra yang unyu, karena sangat saik dipakai futsal. Fufufu~

Adiquestra! *dance*

Adiquestra! *dance*

Beres latihan di tempat futsal di daerah Barel jam tiga sore, dan beres sekitar jam setengah lima. Ngebut naik ojek pulang ke kosan di Kutek buat mandi karena jam lima sore janji ngumpul di stasiun UI buat nonton final remaja ceria jaksel. And guess what, sampe kosan (minta tukang ojek nunggu buat nganter lagi ke stasiun) masuk kamar mandi, taraaaaa, air kosan matek doong! Lihat jam, sudah jam lima, akhirnya memutuskan untuk cuci muka dengan air seadanya dan ganti baju, tak lupa siraman minyak wangi dengan kadar melebihi biasanya. Ngebut lagi naik ojek menuju stasiun, dan pas ojek keluar Kutek, mengalami lagi syndrom ragu: “Kamar kosan udah gw kunci apa belum ya?” -_____- Ini syndrom yang sering sekali saya alami, seingetnya sih sudah dikunci, entah kenapa ragu sampai di stasiun masih aja ada syndrom itu. Telepon Isabella Manurung, bertanya posisi dia dimana, dan syukurlah dia masih di Kukel dan bersedia mampir ke kosan saya di Kutek untuk ngecek pintu kamar kosan yang ternyata sudah terkunci dan tergembok rapi. Di stasiun, bertemu Metha yang segera membeli tiket kereta, beberapa menit sebelum kereta datang, Isabella tak kunjung muncul, Metha nanyain Isabella kemana, gw ga berani bilang kalau Isabella mampir ke kosan gw karena kedodolan dan keresahan hati gw. #tsah Isabella datang dengan potongan poni baru dan juga semangat’45 berlari ke peron stasiun. Hahaha! Akhirnya perjalanan kami menuju Gedung Kesenian Jakarta pun dimulai demi menonton Final Remaja Ceria Jaksel, lebih tepatnya lagi, datang untuk mendukung Abeth a.k.a Elizabeth Priscillia – Sastra Perancis FIB UI’09, yang merupakan AKK-nya Isabella. 

Duduk tidak diam bertiga di kereta ekspress, memutuskan untuk pindah karena serangan angin dari kipas angin yang menusuk badan. Isabella-Metha asik bercerita dan gw asik sendiri. Senang sekali naik kereta ekspress, selain baru pertama kalinya naik kereta ekspress #malu, baru kali ini sepengalaman diri ini naik kereta bisa dapat tempat duduk dan kereta terasa lowong. Bahkan ibu-ibu di depan kami bertiga berselonjor kaki di kursi loooh. Pas turun di stasiun Juanda, sedikit ricuh karena gw terpental akibat dorongan ibu-ibu yang tak sabar untuk masuk kereta ekspress. Setelah balik lagi ke posisi untuk turun dari kereta, sempat berseru kepada para ibu-ibu yang nabrak,”orang turun dulu buu!! baru pada naik!”

Isabella di kereta ekspress

Di Stasiun Juanda sempat berpisah sesaat, Metha cek jadwal pulang, gw dan Isabella masuk Indoma**t buat ngemil. Bertemu si Marlena Djamsari yang akan pergi ke Monas. Dan bertemu Dian Masniari juga yang lagi makan di warteg depan stasiun. Huoh. Jauh-jauh ke manapun pasti ketemu orang yang dikenal. Hahaha. Metha-Isabella mampir jajan batagor, dan setelahnya kami naik taksi menuju GKJ. Ternyata, oh, ternyata supir taksinya nggak tau jalan. Ampun deh pak. Syukurlah tetap bisa sampai GKJ dengan selamat sentausa. :D Sampai di GKJ sekitar jam enam lewat, pintu masuknya baru dibuka jam tujuh. Akhirnya ngedemprak lagi di pinggir jalan buat makan nasi goreng. Jam tujuh kurang jalan menuju pintu masuk yang ternyata sudah dibuka. Antri buat isi daftar hadir, dan tingkah absurd kembali terjadi,

Gw              : “Perlu undangan nggak, bel?”

Isabella     : “Nggak, kata Abeth masuk aja.”

Gw              : “Bener? Perlu isi daftar hadir satu-persatu ya, mas?”

P.Tamu     : “Kalau keluarga, tulis perwakilan aja.”

Gw              : “Oh, kita keluarga kok, yaudah meth, tulis!”

Metha        : “Isi atas nama siapa?”

Gw              : “Keluarga Tamberongan, eh tulis ajalah dari PO FIB.”

Isabella     : “Keluarga Tamberongan-Sandiata-Manurung.” (nama marga kita bertiga)

Metha akhirnya nulis : Keluarga Manurung (PO FIB UI) Abeth -…. “Eh namanya Abeth saha?” *ricuh lagi  karena Isabella lagi mejauh dari meja* dan si penerima tamunya jawab aja dong,”Elizabeth Priscillia”, kita ga gubris karena sibuk manggil Isabella yang akhirnya menjawab,”Elizabeth Priscillia!” Beres isi daftar isi kita ketawa karena Metha pusing nulis isi daftar isi, dan tiba-tiba seorang ibu yang ada di belakang barisan kita yang ricuh berkata,”Temannya Abeth ya?” Kita kaget dan bilang iya. Dan ternyata itu mamanya Abeth beserta keluarga. Eaaaaak. Malunya ampun-ampun karena lama isi daftar isi dan ternyata datang buat dukung Abeth. Berkenalan dengan keluarga Abeth lalu kami menunggu acara dimulai. Ada kali satu jam nunggu, dan si Christopher Cynar Saulinggi yang katanya mau nyusul tak kunjung datang. Dimention di twitter buat nanya posisi dia dimana, dia bales mention: “@bellsandiata nunggu aku aja udah capek, apalagi nunggu jodoh.” errrrrrr. -_____-

Acara dimulai, Itop akhirnya datang, melihat dia yang kucel hanya dengan kaos dan jeans, gw-Metha-Isabella bersyukur ada yang lebih kucel, karena pas datang kita bertiga agak ngerasa kurang rapih tampilannya. Hahaha. Acara mulai jam delapan, cekikikan dengar kata sambutan. Isabella menjalin relasi dengan ibu-ibu yang duduk di sampingnya. Dan pas para finalis muncul, kita yang tadinya ribut sendiri ikutan ribut teriak-teriakin nama Abeth karena kebawa suasana, dengar orang-orang pada teriakin nama jagoannya, kita gamau kalah dong. Pas mau pengumuman delapan besar..

Gw                : “Mana katanya mau buat spanduk buat Abeth?”

Isabella       : “Aduh aku udah ga kepikiran lagi boll!”

Gw           : “Ah cemana, nggak seru kan ini jadinya.” *cari-cari apa yang bisa dicoret di tas, dan naas, tidak bawa kertas atau apapun, akhirnya menemukan handuk kecil yang selalu dibawa kemana-mana mengingat kejamnya panas depok dan jakarta* “Nih, kalau si Abeth masuk delapan besar, aku coret nama dia di handuk!”

Isabella        : “Beh. Bagus boll!”

Dan kami berempat cenat-cenut nunggu nama Abeth disebut, dan pas nama Abeth disebut masuk delapan besar, kami teriak kegirangan dan gw pun mengambil spidol dan mencoret nama Abeth di handuk kecil putih. Dan berbekal handuk putih bertuliskan nama Abeth (yang buatnya bener-bener ekstra pake keringet biar jelas tulisannya) serta suara yang dipol-polin buat neriakin nama Abeth, kami pun jadi supporter yang gamau kalah berisik. Pokoknya tiap Abeth nongol, kami pasti berisik dan angkat-angkat handuk bertuliskan nama Abeth, macam supporter bola. Gw sempet malu sendiri, bahkan sempat nanya ke Isabella,”Bell, ini kebaca kan ya tulisannya di handuk? Eh, si Abeth gak malu kan ya disupporterin sama kita? Kita kayanya berisik banget di barisan ini.”  

bersama Isabella dan handuk putih kecil yang diikhlaskan demi total-support

Metha ngajak pulang jam sepuluh untuk ngejar kereta eko-ac jam setengah sebelas, tapi akhirnya batal karena mau menonton hingga acara selesai. Dan Isabella juga mau nyamperin Abeth pas acara selesai kan, jadinya kami pun berencana pulang naik taksi aja nanti. Dan setelah ngakak-ngakak nonton hiburan dari boyband yang dikira Isabella adalah SM*SH, saat pengumuman pemenang tiba, kami deg-degan. Kami yakin aja Abeth bakal menang, dan puji Tuhan, Abeth menang. Yeay! :D *dance* Sempat shock beberapa detik pas Abeth ditarik jadi pemenang lalu kami berdiri dan teriak-teriak kegirangan karena Abeth menang.

Elizabeth Priscillia (red) for Anugerah Remaja Ceria Jakarta Selatan 2011

Malam yang menyenangkan, setelah foto-foto dengan Abeth dan keluarga, kami pamit pulang. Dan kejadian saat kembali ke Depok sungguh tidak mungkin dilupakan. Naik taksi menuju Depok, mampir makan di KFC LA karena lapar, dan di KFC baru sadar kalau kosan gw udah digembok. Telepon penjaga kosan, ga diangkat. Isabella pun baru inget kukel dirantai kalau malam. Akhirnya satu-satunya harapan adalah kosan Metha di daerah margo yang bisa ditumpangi, tapi masuknya harus manjat pagar kalau ternyata gerbangnya sudah digembok. Metha sms penjaga kosan, ternyata gerbang belum digembok. Kami bergegas pulang ke kosan Metha, kecuali Itop yang laki-laki sendiri dan tentu saja pulang ke rumahnya (yang sempat terlintas untuk kami tumpangi, namun tentu tidak mungkin). Pulang ke kosan Metha, gw kepanasan akut karena ga bawa persiapan nginap dan efek ga mandi dari sore juga, akhirnya susah tidur. Sampai kosan Metha sekitar jam satu pagi, dan mulai tidur jam dua pagi lebih, gw ga bisa tidur karena kepanasan akut. Akhirnya memutuskan kembali ke kosan jam enam kurang, menelusuri jalanan margo yang sepi dan masih aman buat menyebrang. :D Sampai kosan, langsung mandi dan sarapan, lalu tidur jam setengah delapan. Baru bangun lagi jam setengah satu siang, dan dijemput pulang ke rumah. Sampai rumah, makan lalu tidur lagi jam lima sore, dan bangun jam sembilan malam. Hahaha.

Hoaaaah! Sungguh seru! Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan bersama sahabat-sahabat PO. Hahaha. Terima kasih Isabella Manurung, Metha Dwi Karina, dan Christopher Cynar Saulinggi untuk setiap momen berharga yang penuh dengan canda-tawa, cerita, dan diskusi sepanjang sore dan pagi buta di 10 Juni 11 kemarin. :D

Selamat untuk Abeth a.k.a Elizabeth Priscillia yang menjadi Anugerah Putri Remaja Ceria 2011, semoga semakin humble dan menjadi berkat bagi sesama dalam menjalankan tanggung jawab yang baru. :)

Thank God, for everything. :)

“For all You’ve given to me

For all that blessing that I cannot see

Thank you Lord, thank you Lord”

- Thank You, Don Moen.

Hey, lovely smile, how are you?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 10 June 11, what a precious day. at Just Her Own Wor(L)d.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.