:”_)
Mei 29th, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
Hello, world. How are you?
Sungguh tak terbahasakan perasaan saya sejak memasuki akhir semester enam ini.
Apa ya term yang tepat membahasakan perasaan saya? Galau akademis? Ya.
Galau akademis akut.
Sepanjang sejarah hidup dan selama kuliah, baru kali ini air mata mengalir deras karena tekanan tanggung jawab kuliah.
Sudah sampai pada titik jenuh yang benar-benar tidak bisa ditolerir lagi.
Jenuh karena terlalu banyak (t)u(g)as datang secara bersamaan, jengah dengan teks dan konteks.
Capek + kurang tidur + jenuh + bosan + kepanasan = nangis sampai lemas.
Sambil nangis sambil curhat sama Big Bos di atas.
Mewek ke Dia, ungkapin semua yang dirasa.
Dan setelah nangis, lebih terasa lega.
Disemangatin juga sama si mas Dona Niagara Dinata, meski hanya lewat BBM, tapi sungguh dikuatkan dan merasa terhibur. Makasih ya.
Abis nangis, makan, tidur, bangun, baca alkitab = dapat energi baru buat ngerjain paper dan belajar tiga teks filsafat berbahasa inggris yang akan diuji oral besok sore.
Sungguh merasa dikuatkan ketika membaca renungan hari ini: “Jangan pernah katakan “tak mungkin” untuk apa yang dapat dilakukan Allah.”
Semangat bellabol, kerjakan yang terbaik untuk Tuhan bukan untuk manusia, kerjakan semaksimal mungkin karena itu keharusan bukan karena sudah mau liburan.
Thank you, Lord.
