Just Her Own Wor(L)d
just her own word in her own worldThanks God.
Oke, hari kamis di minggu pertama Januari tahun 2010. Hari ini, gw memutuskan untuk keluar rumah. Jadi, sekitar jam setengah satu siang, gw berangkat ke Mall dianter supir. Membawa beberapa buku baru yang belum disampul ke Gramedia. Sekitar jam setengah dua-an, cabut dari MKG, menuju ke Sport Mall. Karena memang alasan gw keluar rumah memang ingin ke sana. Hahahahaha.
Ada apa di Sport Mall? Ada tempat jual dvd langganan. Jadi di sana berburu dvd series. Dapet Smallville season 9c-d, Desperate Housewives season 6a-e, dan memutuskan untuk beli True Blood Complete First Season serta film-nya Gerard Butler terbaru, Gamer. Beli 10, bonus 1.
After that, jam dua lebih sudah sampai di Bpk Penabur Kelapa Gading. Nunggu adik pulang. Dan selama nunggu itu, dikarenakan supir gw memarkirkan mobilnya paralel, jadilah mobil gw didorong-dorong tukang parkir karena ada aja mobil yang mau keluar. (Gw di dalam mobil sendiri, supir gw keluar). Seharusnya, jam setengah tiga kurang lima, adik gw sudah duduk manis dalam mobil. Tapi pada kenyataannya? Jam tiga teng dia baru keluar sekolah bersama teman-temannya membawa tiga stereofoam besar. Oke, jadi kita mengantarkan tiga stereofoam besar itu ke rumah temannya. Tentu saja bersama temannya.
Mampir sebentar sebelum ke rumah temen adik gw. Kita mampir ke toko, toko khusus menjual COMBRO. Yeah. Combro, terbuat dari singkong dan oncom, merupakan makanan khas dari Jawa Barat (kalo saya tidak salah), Combro merupakan akronim dari ‘Oncom di jero’. Gw dan nyokap memang pecinta combro. So, gw mampir untuk membelikan pesanan nyokap. Setelah dari situ, kita berlanjut ke rumah temen adik gw. Dan menuju rumah.
Memasuki jalan tugu. Ya, yang jalan depan Gereja Tugu itu. Gw sakit perut. Yep. Sakit perut tak tertahankan. Dan, saat itu macet, jadi mobil berjalan kurang maksimal. So, saking ga tahannya. Begitu melewati Gereja Tugu, gw memutuskan untuk turun dan berlari ke Gereja Tugu untuk numpang ke wc.
Masuk ke halaman, ketemu oma-oma yang nampaknya koster gereja. Gw pun menyapa dan mengutarakan maksud gw, untuk menumpang ke kamar mandi. Dan dengan ramah dia menyilakan gw. Dia berjalan di depan gw, gw ikuti, gw sempet bingung karena dia berjalan keluar gereja. Ternyata, dia ngajak gw ke rumahnya yang persis ada dibalik warung kecil di depan Gereja Tugu.
Dan begitu masuk rumah kecil itu, gw bertemu dengan tante yang belakangan gw ketahui sebagai adik si oma, dan dari kondisinya, tante itu nampaknya tidak mampu berjalan. Karena gw melihat alat bantu jalan di dekatnya, dan ada kursi roda di dalam rumah kecil itu. Gw permisi, dan tante itu juga dengan ramah mempersilakan gw menggunakan wc-nya. Setelah beres dengan urusan wc, gw keluar dan mengucapkan terima kasih yang sangat kepada oma dan tante itu. Dan mereka juga dengan ramah berbincang dengan gw. Setelah itu, gw keluar dan melihat ke depan, mobil gw berhenti buat nungguin gw. So, gw lari lagi buat ke mobil, dan masuk ke mobil, muka adik gw yang shock gitu. Hahahaha.
Jujur, gw ngerasa tersentuh sekali dengan keramahan si oma dan tante tadi. Gw bahkan belum sampai ke depan gereja, baru masuk pintu gerbang gereja, maksud gw adalah numpang kamar mandi di kamar mandi gereja atau sekret gereja. Ternyata Tuhan membawa gw melihat yang lain. Jujur, gw kaget banget waktu ngikutin oma keluar gereja, “loh, kan maksud saya ke gereja oma?” gitu di dalam hati gw. Tapi ternyata, Tuhan memberi gw pengalaman untuk melihat lebih nyata akan kasih-Nya. Gw yang datang tiba-tiba dengan berlari ke gerbang gereja minta ijin numpang ke wc, bisa dibilang adalah orang asing. Tapi oma dan tante tadi menyambut gw dengan ramah seperti saudaranya sendiri. Mereka tinggal di balik warung kecil di jalan raya yang tiap hari dilalui kontainter besar, bisa dibilang mereka berkekurangan. Tapi mereka tetap memiliki kasih pada sesama, bahkan pada orang yang tidak dikenal sekalipun.
Mungkin gw dianggap terlalu membesar-besarkan kejadian sih, masa orang ngasih pinjem wc aja ampe tersentuh gitu. Well, gw melihatnya bukan sekedar pinjam-meminjam, tapi gw merasakan. Ya. Merasakan kasih dari sesama. Kasih yang Tuhan ajarkan ke umat-Nya. Yang berkekurangan saja berlimpah kasih, kenapa yang berkecukupan kadang tidak berlimpah kasih? Saya tertegur, Tuhan. Sungguh. Terima kasih oma dan tante yang telah memberi bantuan, Tuhan berkati. Dan terima kasih Tuhan atas teguran-Mu hari ini.

