refleksi 31-12-11

Desember 31st, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world! How are you? It’s the last day of 2011. It’s 31-12-11!

…….. *bingung mau nulis apa*

2011 ya..

Apa ya..

2011 buat saya, tahun yang sangat melelahkan, tahun yang sangat penuh cobaan.

Merasakan tempaan dari Tuhan untuk bisa tumbuh dewasa baik secara pribadi maupun iman.

Cobaan dari akademis, pelayanan, keseharian, sampai keluarga..

Saya merasakan sekali posisi dimana hanya Tuhan yang dapat saya andalkan..

Kegamangan akademis masih belum menemui titik akhir, mau nekat menyelesaikan sisa 12sks dengan menghadapi metpen+skripsi di semester delapan di awal tahun 2012 masih menjadi ketakutan utama. Saya ingin maju tapi ragu. :(

Lulus empat tahun tentu menjadi keinginan semua mahasiswa (normal), saya pun termasuk di dalamnya, namun saya tentu tidak ingin gegabah memaksakan kehendak saya jika memang diri saya belum siap untuk mengerjakan skripsi di semester besok bersamaan dengan menjalani/menghadapi mata kuliah metode penelitian filsafat. Meski teman-teman menyemangati untuk tetap maju dengan modal nekat dan harus memperkuat keinginan, saya tetap masih bimbang. Salah satu hal yang menjadi kebimbangan saya adalah: TOPIK skripsi. Ya Tuhan, ini nyarinya lebih susah daripada nyari seseorang yang bisa mengerti saya. #eaaaak #eh

Sudah kurang berselera menggarap topik yang lama, hilang rasa sama topik yang gagal mengantarkan saya masuk kelas metpen di semester 7 ini. Saya tentu harus tetap berpikir keras apa yang mau saya tulis dan jadikan topik skripsi untuk masuk ke semester 8, terlepas dari problem apakah saya akan masuk semester 8 dengan menjalani matkul metpen dan penulisan skripsi secara bersamaan. Jadi teringat beberapa waktu yang lalu saya sempat berkata kepada mama,”Ma, pokoknya sebelum masuk semester 8, sebelum menghadapi kelas metpen, kakak harus ke pantai. Harus. Ga bisa nego..” Mendengar itu mama saya mengernyitkan alis sambil bertanya,”Lu stress?” *garuk aspal* :|

Tahun 2011 buat saya tahun yang memberi kesan mendalam dengan banyaknya hal yang menguji iman dan kesabaran saya. Terlebih di semester 7, yang dimulai dari pertengahan tahun, saya merasakan dihempaskan oleh Tuhan, dihempas jauh dari impian dan cita-cita. Saya jatuh, berusaha untuk bangkit, lalu mulai kembali meski tertatih. Kehidupan akademis dapat dikatakan sangat-sangat galau dan gamang di semester 7. Namun kegagalan mengajarkan saya untuk lebih mendalami dan memahami  apa itu kesabaran. Kegagalan membuat saya tersadar bahwa saya memang tidak dapat/mampu mengerti rencana Tuhan dalam hidup saya. Semua serba misteri dan saya belajar untuk terus berserah diri.

Akhir tahun, keluarga pun menjadi cobaan yang harus saya hadapi. Sampai saat saya mengetik tulisan ini, saya masih berharap sesuatu yang baik dapat datang dari sesuatu yang buruk. Saya coba yakini bahwa selalu ada yang dapat dipelajari dalam setiap cobaan. Lagi-lagi saya berada pada posisi hanya Tuhan yang dapat saya andalkan..

2011.. Banyak memori pahit yang melukai hati, kegagalan si tengah untuk dapat berkuliah di universitas ternama, kegagalan saya untuk dapat lulus empat tahun, serta cobaan bagi keluarga. Rasanya tahun 2011 benar-benar ingin menguras habis air mata dan meremuk perasaan saya. Dua semester berat saya jalani di tahun 2011, semester genap yang sangat penuh tekanan berakhir manis, semester ganjil dimulai dengan tidak baik dan saya tidak tahu bagaimana akhirnya nanti..

…. *mulai merasa tulisan ini tidak terarah dan mulai ngalor-ngidul*

Resolusi 2012?

….. *tuh kan udah beneran ngalor-ngidul, masa tiba-tiba ke ‘resolusi’?

Ah saya sebenarnya bukan orang yang suka nulis resolusi. Saya lebih suka nulis daftar kado yang saya inginkan di hari ulang tahun saya ketimbang nulis resolusi. Tadi sempat melihat tweet teman sejurusan yang demikian: “#2012wish LULUS!” Saya tertegun. Tahun depan angkatan saya harusnya diwisuda, dan saya tidak tahu apakah saya juga bisa termasuk dalam barisan wisuda tahun depan. Tidak ada gambaran tentang hal itu, yang tergambar dalam angan hanyalah si adik tengah yang mengenakan jaket kuning (meski saya tidak tahu warna makaranya apa). Sebelum terhempas di awal semester 7 karena metpen, saya sempat punya gambaran, tahun depan saya akan lulus dan adik tengah saya akan masuk UI. Saya akan pakai toga dan adik saya akan pakai jaket kuning. Namun setelah ‘peristiwa banjir air mata’ di awal semester 7, lenyap sudah gambaran itu, saya bahkan tidak punya gambaran bagaimana diri saya mengenakan toga di tahun 201* Lulus di tahun yang bukan merupakan tahun kelulusan bagi angkatan buat saya sedikit mengecewakan dan menyedihkan, tapi bagaimanapun rasanya saya tetap harus yakin bahwa segala sesuatunya indah pada waktu-Nya. :)  

Jadi apa boll, resolusi tahun 2012? Seorang teman bertanya demikian pada saya via bbm, dan saya menjawab,”hidup benar-benar lebih dekat pada Tuhan.” dan dia membalas,”amin” Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba mengetik itu, tapi itulah yang terlintas dalam pikiran saya. Saya merasa itu yang saya butuhkan untuk menghadapi 2012, kedekatan lebih lagi pada Tuhan. Bukannya mau sok religius, tapi ya begitulah yang saya rasa. Saya sebenarnya orangnya biasa aja kok, nggak sereligius yang kalian pikir karena baca tulisan ini. Bener deh. Suwer. :D Saya masih takut Tuhan. :P

2012 ya.. 

Saya ingin kurus..

Tapi tiap tahun baru juga selalu kepikirannya kaya gini, cuma ya gitu, realisasinya nggak ada. HAH!

Tahun depan sebenarnya saya ingin serius menekuni hobi futsal, di tahun 2011 saya jadi intens berlatih futsal bersama teman-teman jurusan. Karena persiapan kejuaraan yang diikuti waktu itu sih. Udah serius kalah pula, nyesek sih tapi beneran belajar banyak dan akhirnya tim saya makin jago setelah kalah. Hahahaha. Tragis. Nah tahun depan saya ingin ikut latihan sama tim futsal kampus saya, tapi masih malu, karena kalau saya join kayanya saya paling besar.. :( Semoga saya bisa mematahkan ketidak-pd-an ini segera! HU HAH HU HAH! Futsal jadi sublimasi yang sangat penting buat saya di tahun 2011 ini. Sungguh futsal menjadi tempat pelampiasan serta pelepasan segala emosi/tekanan/masalah yang ada..

hmmm… *udah beneran bingung mau nulis apa lagi..*

2011 ya..

2012 ya..

hmmm..

2011 is great is the measure of Our Father’s love.. :)

Thank God for a tough year that I’ve ever had, God brought me to 2011, God help me through this year..

2012 seperti apa entah saya tidak tahu..

“Tak ku tahu akan hari esok.. Tangan Tuhan yang pegang..”

Resolusi terdengar dan terkesan basi,

tapi tak bisa disangsi,

tiap tahun setiap orang pasti punya resolusi,

meski hanya Tuhan yang jadi saksi.

Selamat tinggal 2011, terima kasih untuk pengalaman yang mendewasakan.. :)

huff *lega akhirnya bisa selesai nulis post-an ini*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.